otomotif1Era industrialisasi dan era pasar bebas memaksa lembaga pendidikan kejuruan untuk mempersiapkan diri. Segala potensi yang dimiliki akan terus dioptimalkan, agar dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing, siap pakai dan profesional. Pengembangan SMK mutlak diperlukan baik dari infra struktur maupun dari segi kemampuan sistem pendidikan yang dikembangkan.

Animo lulusan SMP yang berminat melanjutkan ke tingkat SMK pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan di SMK LPT Ciamis lumayan besar. Sisi baiknya siswa-siswi yang masuk ke jurusan ini berasal dari siswa-siswi lulusan SMP terbaik, tentu saja hal ini merupakan kebanggaan bagi kami atas kepercayaan yang telah masyarakat berikan. Sekaligus juga ini merupakan tantangan bagi kami untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswa-siswi yang telah di amanahkan oleh orang tua siswa kepada kami.

Kami berkomitmen dan akan memberikan pendidikan terbaik dan seimbang bagi siswa-siswi kami, keseimbangan antara memberikan pengetahuan, keterampilan serta ahlak yang dilandasi oleh ketaqwaan kepada Tuhan YME. Sehingga setiap lulusan akan menjadi lulusan yang profesional yang mampu bersaing dalam dunia kerja serta menjadi pula siswa-siswi yang bertaqwa kepada Tuhan YME.

Demikianlah sepintas perkenalan Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMK LPT Ciamis. Akhir kata, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Target pencapaian yang tercantum sebagai sasaran mutu dari Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK LPT Ciamis untuk tahun pelajaran 2015/2016, adalah sebagai berikut :

Konsep dasar Standar Kompetensi ditinjau dari segi etimologi terbentuk atas kata “Standar” dan “Kompetensi”. Kata “standar” diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. Sedangkan kata “kompetensi” adalah kemampuan melaksanakan tugas-tugas di tempat kerja yang mencakup penerapan keterampilan yang didukung oleh pengetahuan dan sikap sesuai dengan  kondisi yang disyaratkan. Dari pengertian kedua kata tersebut, maka standar kompetensi diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain, standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Standar kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan memahami :

  • Bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan
  • Bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
  • Apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula
  • Bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda

Dengan mempertimbangan hal tersebut, maka disusunlah Standar Kompetensi untuk Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan dengan susunan sebagai berikut :

  • KOMPETENSI DASAR
  1. Memahami dasar-dasar mesin
  2. Memahami proses-proses dasar pembentukan logam
  3. Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi
  4. Menginterpretasikan gambar teknik
  5. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja
  6. Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)
  7. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja
  • KOMPETENSI KEJURUAN
  1. Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara
  2. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan
  3. Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponen– komponennya
  4. Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin
  5. Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel
  6. Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen-nya
  7. Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian
  8. Memelihara transmisi
  9. Memelihara unit final drive/gardan
  10. Memperbaiki poros penggerak roda
  11. Memperbaiki roda dan ban
  12. Memperbaiki sistem rem
  13. Memperbaiki sistem kemudi
  14. Memperbaiki sistem suspensi
  15. Memelihara baterai
  16. Memperbaiki kerusakan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan, pengaman dan kelengkapan tambahan
  17. Memperbaiki sistem pengapian
  18. Memperbaiki sistim starter dan pengisian
  19. Memelihara/servis sistem AC (Air
Empty tab. Edit page to add content here.